Pengantar Ketuhanan dalam Kabbalah

I. APAKAH KABALLAH ITU?

Kata Ibrani קַבָּלָה - QABALAH, mengandung arti "menerima". Di dalam Talmud, kata Kabbalah digunakan untuk mengacu kepada bagian Tanakh sesudah Taurat. Ada kata קַבָּלָה - QABALAH dalam Kitab Suci Ibrani:

Amsal 19:20 LAI TB, Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. KJV, Hear counsel, and receive instruction, that thou mayest be wise in thy latter end.

Hebrew: 

 שְׁמַע עֵצָה וְקַבֵּל מוּסָר לְמַעַן תֶּחְכַּם בְּאַחֲרִיתֶֽךָ׃

Translit interlinear, SHEMA' {dengarkanlahVerb Qal Imperative} 'ÊTSÂH {nasehat} VEQABÊL {dan terimalah, Verb Piel Imperative} MÛSÂR {didikan} LEMA'AN {supaya} TEKH'KAM {kamu menjadi bijak} BE'AKHARÎTEKHA {pada masa depanmu}

Kata " קַבָּלָה – QÂBALAH" biasanya diterjemahkan dengan "tradisi." Dalam literatur post-Talmud, kata קַבָּלָה - QABALAH ini digunakan untuk menerangkan "hukum lisan" TORAH SHEV'AL PEH - תּוֹרָה שֶׁבְּעַל-פֶּה - harfiah: "Taurat di mulut"). Selanjutnya kata Kabbalah banyak digunakan di dalam lingkungan mistisisme Yahudi (seperti halnya sufi dalam mistisisme Islam).

Selama abad pertengahan, mistisisme Yahudi banyak disalah-gunakan oleh para pelaku witchcraft dan hermetic magic. Akibatnya, banyak orang dengan keliru mengidentifikasikan istilah "Kabbalah" sebagai ilmu hitam. Kabbalah dalam aliran tertentu, diakui merupakan hal yang berbahaya. Jika secara benar dimengerti, Kaballah dapat membawa pencerahan dalam pemahaman seseorang terhadap Sang Kuasa. Namun demikian, jika salah dimengerti Kabbalah dapat diselewengkan ke dalam paganisme, politheisme, black magic dan sihir. Kabbalah ibarat api. Jika digunakan dengan benar maka ia menjadi berguna tetapi jika sebaliknya, ia benar-benar berbahaya dan merusak. Kabbalah harus dipergunakan dan dipahami dalam lingkup Taurat. Di luar lingkup itu, ia dapat merusak Anda.

Dalam Yudaisme Orthodoks masa kini, fondasi Kabbalah terdapat pada tiga kitab penting: Sefer Yetzirah, Bahir dan Zohar. Tetapi mistisisme Yahudi sebenarnya sudah ada jauh sebelum ketiga kitab itu ditulis. Mistisisme Yahudi juga tercermin di dalam manuskrip-manuskrip Laut Mati serta di dalam tulisan-tulisan filsuf Philo. Mistisisme Yahudi ini setidaknya sudah berusia lebih dari 2000 tahun. Pada masa lampau Kabbalah disebut dengan sebutan lain, antara lain סֵתֶרֵי תּוֹרָה - SITREY TORAH, The Mysteries of the Torah; רָזֵי תּוֹרָה - RAZEY TORAH, Torah Secrets; dan תּוֹרָה הַסּוֹד - TORAH HASOD, The Secret Torah disebut pula dengan istilah: הַנִּסְתָּר - HANISTAR, The Hidden. Pada masa itu mistisisme Yahudi dibagi menjadi dua area, masing-masing adalah מַעֲשֶׂה בְּרֵאשִׁית - MA'ASEH BERESHIT (berhubungan dengan Penciptaan) dan מַעֲשֶׂה מֶרְכָּבָה - MA'ASEH MER'KAVAH (berhubungan dengan Tahta-Kereta Ilahi). Material mistis ini dipandang sebagai suatu yang sakral. Rabbi-rabbi di zaman dahulu sadar betapa bahayanya material seperti ini jika disalah-gunakan oleh orang yang bukan ahli Taurat dan tidak memahaminya (m.Hagigah 2:1). Oleh sebab itu, dalam mempelajari Kabbalah, perlu kehati-hatian.

<===>

II. TRADISI KABBALAH YANG BAIK DALAM PEMAHAMAN KITAB SUCI


PaRDeS: Empat Level Pemahaman Kitab Suci

Kata פַּרְדֵּס - PAR'DES, yang berarti "taman" atau "kebun." Istilah פַּרְדֵּס - PAR'DES ini sebenarnya adalah sebuah "akronim" (PaRDeS: פרדס - Fe-Resh-Dalet-Samekh) yang terbentuk dari masing-masing inisial dari empat tingkatan tersebut (dalam Yudaisme disebut נוֹטָרִיקוֹן – NOTARIQON) untuk:

1. Aksara פ - Fe : פְּשָׁט - PESHAT, artinya: "polos (plain); sederhana (simple)," atau "lurus (straight)", atau "langsung (direct)." Memahami Kitab Suci Ibrani dari artinya yang lurus/ plain; memahami arti harfiah/ pemahaman literal dari apa yang tertulis di Kitab Suci Ibrani. Kata Ibrani פְּשָׁט - PESHAT ini berasal dari Verba פָּשַׁט - PASHAT, artinya: to strip off, to put off, menelanjangi, menanggalkan, kata ini digunakan dalam PB dalam artian Kenosis dari Tuhan kita Yesus Kristus.

2. Aksara ר - Resh : רֶמֶז - REMEZ, artinya: "petunjuk (hint)," yaitu "petunjuk yang lebih dalam (hidden or symbolic)"; memahami isi Kitab Suci Ibrani dalam makna simbolis-nya, memahami arti alegorisnya, pemahaman ini di luar arti harfiah dari yang tertulis di Kitab Suci Ibrani.

3. Aksara ד - Dalet : דְּרַשׁ - DERASH, artinya "menanyakan (to inquire)" dan "mencari (to seek)" untuk menuju kepada suatu "wawasan/ insight." Dalam tahap ini kita mencari arti komparatif: makna yang lebih dalam yang diperoleh dari satu bagian ayat di Kitab Suci Ibrani dengan membandingkan dengan kata-kata dan kontennya di ayat-ayat yang lain; Ini merupakan study komparatif (midrash). Khusus pada Tahapan Derash ini, ada Metode Khusus dari Rabbi Hillel: DERASH: TUJUH AZAZ HILEL - SEVEN RULES OF HILEL (The Seven Principles of Biblical Hermeneutics).

4. Aksara ס - Samekh : סוֹד - SOD, artinya: "rahasia" dan "misteri"; mengungkap makna dari Kitab Suci Ibrani melalui ilham atau pewahyuan (Roh Kudus).

Secara Singkat kita pahami, PESHAT, adalah penafsiran literal (simple/plain); REMEZ, adalah pemahaman arti kias atau non-literal; DERASH, adalah wawasan (hint)/ study komparatif yang diperluas dan aplikasinya dalam kehidupan ; dan SOD adalah "mystery," memahami makna yang tersembunyi/ makna rahasia dari ayat Kitab Suci Ibrani (pencerahan Roh Kudus).


Adalah penting untuk menyadari bahwa pada saat kita berbicara dalam Kabbalah kita hampir selalu berbicara tentang hal-hal yang membutuhkan pemahaman drash dan sod. Kita akan membicarakan TUHAN dalam istilah-istilah yang menggunakan atribut lelaki dan perempuan. Ini harus dimengerti dalam level allegori dan mistis, mengambilnya begitu saja secara harafiah akan membawa anda ke dalam pengertian paganisme dan politheisme.

<===>

III. MYSTICISM KABALLAH

EYN SOF

Taurat mengajarkan bahwa TUHAN adalah kekal (Ul 33:27). Dari sini kita memahami bahwa TUHAN adalah tak terhingga atau tak terbatas. Dalam mistisisme Yahudi istilah עֵיִן סוֹף - atau - אֵין סוֹף‎ - 'EYN SOF harfiah: infinity, without end, endless, limitless, digunakan untuk menerangkan TUHAN sebagai yang kekal, tak terhingga dan tak terbatas. Eyn adalah kata Ibrani yang berarti "tidak ada" atau "tanpa", sementara Sof berarti "akhir, batas, atau definisi". Jadi TUHAN adalah Eyn Sof, TUHAN adalah tidak terdefinisi. Hal ini menciptakan suatu persoalan. Pada saat kita berusaha menerangkan TUHAN, kita terdorong untuk memberikan-Nya suatu definisi sehingga kita berbicara di luar konteks Eyn Sof. Tidak ada satu pun cara bagi manusia untuk menerangkan Eyn Sof, menerangkan TUHAN, apalagi dengan kapasitas daya pikir kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. TUHAN senantiasa tidak dapat ditangkap oleh pemikiran manusia. Sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan untuk itu.

SEFIROT

Sefirot - סְפִירוֹת - SEFIROT adalah sepuluh emanasi atau atribut ilahi yang muncul dalam Kabbalah, sebuah tradisi mistik Yahudi. Sepuluh Sefirot ini merupakan saluran atau wadah melalui mana Yang Tak Terbatas - אֵין סוֹף‎ - 'EYN SOF menciptakan dan mengungkapkan dirinya kepada alam semesta dan manusia. Setiap SHEFIRAH - סְפִירָה mewakili aspek tertentu dari sifat ilahi dan juga aspek kesadaran serta eksistensi manusia

Karena אֵין סוֹף‎ - 'EYN SOF, tidak dapat diterangkan dengan sifat apapun, dalam mistisisme Yahudi keilahian-Nya diterangkan oleh sepuluh סְפִירוֹת - SEFIROT ("yang bercahaya" atau "the Spheres on the Tree of Life") yang memancar keluar dari Eyn Sof. SEFIROT - סְפִירוֹת ini mungkin sebaiknya dimengerti sebagai "hakikat" TUHAN. Berikut ini adalah kesepuluh Sefirot itu yang masing-masing diasosiasikan dengan nama-nama TUHAN:

1. KETER - כֶּתֶר (Mahkota) – EHYEH ASHER EHYEH - אֶהְיֶה אֲשֶׁר אֶהְיֶה (Aku Adalah Aku) → Mahkota, sumber keinginan ilahi.

2. KHOKHMAH - חָכְמָה (Hikmat/ Kebijaksanaan/ kemampuan berfikir/ Filsafat) – יָהּ - YAH → (Kebijaksanaan): Aspek ilahi dari pemikiran dan ide.

3. BINAH - בִּינָה (Pengertian/ Wawasan) – יְהוָה אֱלֹהִים YHVH ELOHIM → (Pengertian): Aspek ilahi dari pemahaman dan analisa.

4. KHESED - חֶסֶד (Kasih Karunia) – אֵל - EL → (Kasih Setia): Aspek ilahi dari belas kasih dan kebaikan.

5. GEVURAH - גְּבוּרָה (Kekuatan / Kekuasaan Ilahi) – אֱלֹהִים - ELOHIM → (Kekuatan): Aspek ilahi dari kekuatan, keadilan, dan batasan.

6. TIFERET - תִּפְאֶרֶת (Keindahan) – יְהוָה אֲדֹנָי - YHVH ADONAY → (Keindahan): Aspek ilahi dari harmoni, keseimbangan, dan keindahan.

7. NETSAKH - נֵצַח (Kemegahan / Kekekalan) – אֱלֹהִים צְבָאוֹת - ELOHIM TSEVA'OT (Elohim Balatentara Sorga) → (Kemenangan): Aspek ilahi dari ketekunan dan keberanian.

8. HOD - הוֹד (Kemuliaan/ Kemegahan / Keagungan) – אֲדֹנָי צְבָאוֹת - ADONAY TSEVA'OT (TUHAN Balatentara Sorga) → (Kemegahan): Aspek ilahi dari kemuliaan, kerendahan hati, dan kejujuran.

9. YESOD - יְסוֹד (Fondasi) – אֵל שַׁדַּי / אֵל חַי - EL SHADAY / EL KHAY (Yang Maha Kuasa / Elohim Yang Hidup) → (Dasar): Aspek ilahi dari koneksi dan penyatuan.

10. MALKHUT - מַלְכוּת (Kerajaan) – אֲדֹנָי - ADONAY → (Kerajaan): Aspek ilahi dari manifestasi dan tindakan.

Angka 1000 - אֶלֶף - ELEF dalam Sefirot & Cahaya Ilahi: 1.000 = 10³ (10 Sefirot ditingkatkan ke kuasa 3), melambangkan manifestasi ilahi sempurna. Angka 1000 merujuk kepada hal yang tak terhingga (tak dapat dihitung). Kata אֶלֶף - ELEF dari akar kata א.ל.ף - Alef-Lamed Fe - ALEF terkait dengan kepemimpinan (karena huruf א - Alef adalah huruf pertama alfabet Ibrani). Terhubung dengan אַלּוּף - 'ALUF - juga berarti "sapi jantan" (hewan kuat) atau "kepala suku" (kelompok besar).

SEFIROT - סְפִירוֹת dianggap sebagai wadah - כֵּלִים – KELIM yang menerima dan memproyeksikan cahaya dari sumber ilahi. Maka hubungan antara cahaya - אוֹר - OR dan wadah - כֵּלִים - KELIM adalah pusat dalam ajaran Kabbalah Lurianik.

SEFIROT - סְפִירוֹת digambarkan dalam berbagai cara, salah satunya adalah sebagai Pohon Kehidupan, sebuah diagram yang menunjukkan hubungan dan interaksi antar Sefirot. SEFIROT - סְפִירוֹת juga dapat dipahami sebagai tangga atau tahapan yang dilalui oleh manusia dalam perjalanan spiritual mereka untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

OR EIN SOF - CAHAYA EIN SOF
Unsur Utama Ein Sof. Konsep אוֹר אֵין סוֹף - OR EIN SOF – Cahaya dari Yang Tak Terbatas. Dalam Kabbalah: Tuhan yang transenden disebut אֵין סוֹף - EIN SOF — Yang Tak Berbatas. Dari-Nya memancar אוֹרוֹ - ORO → Cahaya-Nya. Cahaya ini disebut אוֹר אֵין סוֹף - OR EIN SOF – Cahaya dari Yang Tak Terbatas Cahaya ini tidak diciptakan, tetapi merupakan pemancaran - הִתְפַּשְּׁטוּת - HITPASH'TUT langsung dari esensi ilahi. Dalam Etz Chayim ada ungkapan: הָאוֹר שֶׁנִּשְׁפַּע מֵאֵין סוֹף נִכְנַס בַּסְּפִירוֹת כְּכְלִי שֶׁמְּקַבֵּל אֶת הָאוֹר - HA'OR SHENISPA ME'EIN SOF NIKH'NAS BASEFIROT KEKELI SHEMEKABEL ET HA'OR - “Cahaya yang dipancarkan dari Ein Sof masuk ke dalam Sefirot seperti bejana yang menerima cahaya.” Kalimat ini merupakan prinsip dasar dalam Kabbalah Lurianik, menjelaskan bagaimana אוֹר אֵין סוֹף - OR EIN SOF – Cahaya dari Yang Tak Terbatas mengalir ke dalam סְפִירוֹת - SEFIROT sebagai wadah - כֵּלִים - KELIM untuk mewujudkan kehadiran Tuhan yang dimengerti ciptaan-Nya. Singkatnya, SEFIROT - סְפִירוֹת adalah konsep sentral dalam Kabbalah yang mewakili cara Tuhan menciptakan dan mengungkapkan diri-Nya, serta cara manusia dapat terhubung dengan dimensi ilahi. Hakikat keilahian yang serupa juga dijelaskan di dalam Tanakh seperti dalam ayat-ayat berikut:

* Yesaya 11:2 LAI TB, Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; KJV, And the spirit of the LORD shall rest upon him, the spirit of wisdom and understanding, the spirit of counsel and might, the spirit of knowledge and of the fear of the LORD;

Hebrew,

 וְנָחָה עָלָיו רוּחַ יְהוָה רוּחַ חָכְמָה וּבִינָה רוּחַ עֵצָה וּגְבוּרָה רוּחַ דַּעַת וְיִרְאַת יְהוָֽה׃

Translit interlinear, VENAKHAH {dan menetap} 'ALAV {di atas-Nya} RUAKH {Roh} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) RUAKH {Roh} KHOKH'MAH {hikmat} UVINAH {dan pengertian} RUAKH {Roh} 'E'TSAH {nasehat} UGEVURAH {dan keperkasaan} RUAKH {Roh} DA'AT {pengenalan/ pengertian} VEYIR'AT {dan takut akan} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN)

Roh TUHAN akan ada padanya,

roh hikmat dan pengertian - חָכְמָה - KHOKH'MAH & - בִּינָה - BINAH,

roh nasihat עֵצָה - ETSAH

dan keperkasaan גְבוּרָה - GEVURAH

roh pengenalan דַּעַת - DA'AT

dan takut - יִרְאָה - YIR'AH - akan TUHAN


* 1 Tawarikh 29:10-13

29:10 LAI TB, Lalu Daud memuji YHWH di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: "Terpujilah Engkau, ya YHWH, Tuhannya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. KJV, Wherefore David blessed the LORD before all the congregation: and David said, Blessed be thou, LORD God of Israel our father, for ever and ever.

Hebrew,

 וַיְבָרֶךְ דָּוִיד אֶת־יְהוָה לְעֵינֵי כָּל־הַקָּהָל וַיֹּאמֶר דָּוִיד בָּרוּךְ אַתָּה יְהוָה אֱלֹהֵי יִשְׂרָאֵל אָבִינוּ מֵעֹולָם וְעַד־עֹולָֽם׃

Translit interlinear, VAYEVAREKH {dan dia memberkati, verb piel waw consec imperfect 3rd mas. sing. } DAVID {daud} 'ET-YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) LE'EINEY {di hadapan dari} KOL {seluruh} -HAQAHAL {jemaah itu} VAYOMER {dan dia berkata} DAVID {daud} BARUKH {diberkatilah} 'ATAH {Engkau} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) 'ELOHEY {Tuhan dari} YIS'RA'EL {Israel} 'AVINU {bapa leluhur kami} ME'OLAM VE'AD-'OLAM {dari selamanya sampai selama-lamanya}

29:11 LAI TB, Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. KJV, Thine, O LORD, is the greatness, and the power, and the glory, and the victory, and the majesty: for all that is in the heaven and in the earth is thine; thine is the kingdom, O LORD, and thou art exalted as head above all.

Hebrew,

לְךָ יְהוָה הַגְּדֻלָּה וְהַגְּבוּרָה וְהַתִּפְאֶרֶת וְהַנֵּצַח וְהַהֹוד כִּי־כֹל בַּשָּׁמַיִם וּבָאָרֶץ לְךָ יְהוָה הַמַּמְלָכָה וְהַמִּתְנַשֵּׂא לְכֹל לְרֹֽאשׁ׃

Translit interlinear,

LEKHA {kepada-Mu} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) HAGEDULAH {kebesaran} VEHAGEVURAH {dan kejayaan} VEHATIFEVERET {dan kehormatan} VEHANETSAKH {dan kemenangan} VEHAHOD {dan pujian/ keagungan} KI {sebab} -KHOL {segala} BASHAMAYIM {yang di sorga} UVA'ARETS {dan yang di bumi} LEKHA {kepada-Mu/ milik-Mu} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, ya TUHAN) HAMAM'LAKHAH {kerajaan} VEHAMITNASE' {dan yang tertinggi} LEKHOL {dari segala} LERO'SH {sebagai kepala}

29:12 LAI TB, Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya. KJV, Both riches and honour come of thee, and thou reignest over all; and in thine hand is power and might; and in thine hand it is to make great, and to give strength unto all.

Hebrew,

וְהָעֹשֶׁר וְהַכָּבֹוד מִלְּפָנֶיךָ וְאַתָּה מֹושֵׁל בַּכֹּל וּבְיָדְךָ כֹּחַ וּגְבוּרָה וּבְיָדְךָ לְגַדֵּל וּלְחַזֵּק לַכֹּֽל׃

Translit interlinear, VEHA'OSHER {dan kekayaan} VEHAKAVOD {dan kemuliaan} MIL'FANEIKHA {berasal dari Engkau} VE'ATAH {dan Engkaulah} MOSHEL {yang berkuasa} BAKOL {di dalam semua yang} UVEYADEKHA {dan di dalam tangan-Mulah} KOAKH {kekuatan} UGEVURAH {dan kejayaan} UVEYADEKHA {dan didalam tangan-Mu lah} LEGADEL {yang membesarkan} ULEKHAZEQ {dan yang memberikan kekuatan yang kokoh} LAKOL {untuk semuanya}

29:13 LAI TB, Sekarang, ya Tuhan kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu. KJV, Now therefore, our God, we thank thee, and praise thy glorious name.

Hebrew,

וְעַתָּה אֱלֹהֵינוּ מֹודִים אֲנַחְנוּ לָךְ וּֽמְהַֽלְלִים לְשֵׁם תִּפְאַרְתֶּֽךָ׃

Translit interlinear, VE'ATAH {dan sekarang} 'ELOHEINU {Tuhan kami} MODIM {kami beryukur} 'ANAKH'NU {kami} LAKH {kepada-Mu} UMEHALELIM {dan kami memuji} LESHEM {kepada Nama} TIF'AR'TEKHA {keagungan-Mu}

Ya TUHAN,

punya-Mulah kebesaran - גְּדוֹלָה - GEDOLAH

dan kejayaan - גְּבוּרָה - GEVURAH

kehormatan - תִּפְאֶרֶת TIFERET

kemasyhuran - נֵצַח - NETSAKH

dan keagungan - הוֹד - HOD

Ya TUHAN,

punya-Mulah kerajaan - מַלְכוּת - MALKHUT

TUHAN meletakkan sebagai dasar (yesod) di Sion sebuah batu,

batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar (yesod) yang teguh.

(Yesaya 28:16)

"Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya (chesed)!" 

(2 Tawarikh 20:21)

Dalam surat Rabbi Saul (Rasul Paulus) juga menyinggung tentang hakikat keilahian ini: Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Elohim nyata bagi mereka, sebab Elohim telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. (Rom 1:19-20)

Sefirot adalah cara mistik Yahudi menjelaskan bagaimana Tuhan yang tak terbatas אֵין סוֹף‎ - 'EYN SOF berinteraksi dengan dunia melalui אוֹר אֵין סוֹף - OR EIN SOF – Cahaya dari Yang Tak Terbatas. Cahaya menjadi simbol utama karena sifatnya yang transenden, menyebar, menyinari, dan tidak terbatasi ruang.

Kabbalah mengajarkan bahwa tujuan manusia adalah melakukan תִּיקּוּן הַנֶּפֶשׁ - TIQUN HANEFESH dan קִיבּוּץ נִיצוֹצִין - KIBUTS NITZOTZIN – pengumpulan percikan cahaya) untuk memulihkan kembali שֶׁבִירַת הַכֵּלִים - SHEFIRAT HAKELIM – pecahnya bejana-bejana yang terjadi dalam OLAM HATOHU.

TZACHTZACHOT

Kesepuluh Sefirot yang memancar keluar dari Eyn Sof ini sering disusun dalam gambar yang disebut dengan Pohon Kehidupan. Dalam gambar tersebut Sefirot tersusun dalam tiga kolom yang saling berhubungan. Ketiga kolom tersebut dinamakan "Tiga Pilar Ketuhanan" atau juga dikenal sebagai tiga "Cahaya Ilahi" (Ibr. צַחְצָחוֹת - TSAKHTSAKHOT). Ketiga “Cahaya Ilahi” ini memancar keluar dari אֵין סוֹף‎ - 'EYN SOF sejak permulaan dari segala sesuatu, ketiganya tidak berawal dan berakhir, sebab mereka pada hakikatnya adalah sumber dari segala sumber. Disini ditegaskan bahwa ketiganya merupakan satu esensi dan satu sumber yang “terselubung tak terhingga” (Ibr. מֵעֵילָם עַד לְאֵין סוֹף - ME'ELAM AD EYN SOF). Masing-masing pilar kemudian dinamakan menurut nama Sefirot paling atas pada tiap pilar.

Catatan:

ME'EILAM - מֵעֵילָם – dari dunia atas atau dari keabadian/alam transenden (dari kata עֵילָם - EILAM sering digunakan dalam konteks dunia-rohani tinggi).

AD - עַד – sampai / hingga

LE'EYN SOF - לְאֵין סוֹף – ke Yang Tak Terbatas (nama bagi Tuhan yang transenden dalam Kabbalah).

<===>

IV. TRINITARIAN KABALISTIK

Dalam Kabbalah Lurianik, ada struktur yang dikenal sebagai PARTZUFIM - פַּרְצוּפִים — yaitu konfigurasi “wajah-wajah” atau persona-persona ilahi yang terbentuk dari Sefirot. Catatan: Konsep “Trinitas” dalam Kekristenan tidak identik dengan struktur ini, tetapi dalam kajian lintas iman atau simbolik, banyak sarjana menyebut bahwa: Abba–Ima–Ze’ir Anpin mencerminkan aspek relasional dalam keilahian, dan Ze’ir Anpin kadang diidentifikasi secara simbolik dengan TIFERET - תִּפְאֶרֶת (Keindahan) dan Messianic Light - אוֹר הַמָּשִׁיחַ - OR HAMASIAKH.

Kabbalah Lurianik atau Lurianic Kabbalah adalah salah satu sistem pemikiran mistik Yahudi paling penting dan berpengaruh dalam sejarah Kabbalah. Ia dinamakan berdasarkan nama Rabbi Isaac Luria (1534–1572), seorang mistikus besar Yahudi, dari kota Safed di Galilea (Israel Utara), yang dikenal dengan julukan The Ari Hakodosh. "Ari" (singkatan dari HaEloqi Rabbi Yitzchak – "Rabi Yitzchak yang Ilahi"). Walaupun ia sendiri tidak banyak menulis, ajarannya dicatat dan disistematisasi oleh murid utamanya, Rabbi Hayyim ben Joseph Vital.

Kabbalah Lurianik adalah sistem mistik yang kompleks namun indah, yang menjelaskan penciptaan, kerusakan, dan pemulihan dunia sebagai drama kosmis yang melibatkan Tuhan dan manusia. Ajaran ini menekankan tanggung jawab spiritual umat manusia untuk menyembuhkan dunia melalui kesadaran, ibadah, dan perbuatan baik — yang pada akhirnya akan membawa ke penyatuan kembali antara dunia bawah dan sumber ilahi di atas.

Dalam Kabbalah ada konsep yang mirip Trinitas Kristiani: ABBA - אַבָּא – Bapa) dan IMA - אִמָּא – Ibu adalah aspek-aspek ilahi yang melahirkan ZE'IR ANPIN - זְעֵיר אַנְפִּין – Wajah Kecil/ Wajah Muda. Ze'ir Anpin, yang juga dikenal sebagai "Putra/ Son", adalah aspek Tuhan yang terungkap, yang terdiri dari enam sephirot emosional: KHESED (Kasih-setia), GEVURAH (Kekuatan), TIFERET (Kemuliaan), NUTZACH (Kemenangan), HOD (Keagungan), dan YESOD (Dasar/ fondasi). Triad/ Trinitas Kabalistik" Abba, Imma, dan Ze'ir Anpin – menggambarkan interaksi dinamis antara energi maskulin dan feminin dalam ranah ilahi, yang berkontribusi pada proses penciptaan dan pembaruan yang terus berlangsung.

Tiga struktur utama yang berkaitan dengan ide "BAPA, IBU, dan ANAK" adalah:

1. ABBA - אַבָּא – Bapa). Tersusun dari: KHOKH'MAH - חָכְמָה – Hikmat/ Kebijaksanaan. Melambangkan: aspek maskulin ilahi tertinggi, akar dari inspirasi dan benih spiritual. Asosiasi teologis: Bapa surgawi / Sang Sumber penciptaan.

2. IMMA - אִמָּא – Ibu. Tersusun dari: BINAH - בִּינָה – Wawasan / Pemahaman. Melambangkan: aspek feminin ilahi, pematangan dan pemrosesan benih dari KHOKHMAH. Asosiasi teologis: Roh Kudus, atau fungsi pemelihara dan pelahir

ABBA dan IMMA, keduanya mewakili aspek ilahi yang tertinggi, masing-masing dikaitkan dengan hikmat (KHOKHMAH) dan pengertian (BINAH). Mereka merupakan sumber aliran energi ilahi yang menopang seluruh penciptaan.

3. ZE'IR ANPIN - זְעֵיר אַנְפִּין – Wajah Kecil/ Wajah Muda. Kombinasi dari 6 Sefirot tengah: KHESED - חֶסֶד ; GEVURAH - גְּבוּרָה ; TIFERET - תִּפְאֶרֶת ; NETSAKH - נֵצַח ; HOD - הוֹד ; Yesod. Melambangkan: Anak / Anak Ilahi / Mesias dalam perspektif simbolik. Berfungsi sebagai jembatan antara ABBA–IMA dan MALKHUT - מַלְכוּת (Kerajaan) (Shekhinah – Kerajaan)

Istilah "ZE'IR ANPIN" mengacu pada enam sephirot yang lebih rendah, yang sering divisualisasikan sebagai sosok laki-laki berjanggut, mewakili aspek emosional Tuhan. Ia adalah pihak yang menerima aliran ilahi dari ABBA dan IMMA, lalu menyalurkannya ke dunia-dunia bawah.

Kitab Zohar menggambarkan hubungan dinamis antara ketiganya, di mana ABBA dan IMMA dipandang sebagai orangtua, dan ZE'IR ANPIN sebagai anak mereka. Hubungan ini sangat penting dalam proses penciptaan dan pembaruan yang terus berlanjut, karena aliran ilahi dari ABBA dan IMMA disalurkan melalui ZE'IR ANPIN ke dunia yang lebih rendah. ZE'IR ANPIN bukan hanya penerima pasif dari energi ilahi; ia secara aktif terlibat dalam proses penciptaan dan perbaikan (TIKKUN). Melalui interaksinya dengan aspek feminin, yaitu NUQVA (juga dikenal sebagai MAL'KHUT), ia membawa pemurnian dan peninggian bagi dunia-dunia yang lebih rendah.


Hubungan Trinitarian Kabbalistik (secara simbolik):

1. Bapa - ABBA - אַבָּא → Khokhmah → Hikmat, asal potensi maskulin

2. Ibu - IMA - אִמָּא → Binah Pemahaman, asal feminin yang memproses

3. Anak - ZE'IR ANPIN - זְעֵיר אַנְפִּין → Tiferet dll. →Penyatuan kasih dan hukum, gambaran anak spiritual

4. Penerima - NUQVA - נוּקְבָא / SHEKINAH - שְׁכִינָה → Malkhut → Manifestasi akhir dalam dunia fisik

Referensi: Zohar I, 15a: Menjelaskan bagaimana ABBA - אַבָּא dan IMA - אִמָּא memancarkan ZE'IR ANPIN - זְעֵיר אַנְפִּין . Pengajaran ETS KHAYIM עֵץ חַיִּים oleh Ḥayim Vital: Menguraikan struktur Partzufim secara rinci. Sefer HaTikkunim: Menyebut “Ima Ila'ah” dan “Abba Ila'ah” sebagai dua aspek tertinggi dari hikmat dan pemahaman.

Dua pilar di kanan dan di kiri mempunyai atribut Bapa (Abba) dan Ibu (Emma) yang melambangkan aspek lelaki dan perempuan di dalam Eyn Sof. Jadi dalam Kabbalah dikenal adanya konsep Bapa Surgawi dan Ibu Surgawi. Konsep tentang TUHAN yang digambarkan sebagai seorang Bapa (Yes 63:16; 64:8; Yer. 31:9; Mal. 1:6) dan seorang Ibu (Yes 66:13) ini juga dapat ditemukan di dalam Kitab Suci Ibrani, dimana kita juga diajarkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar-Nya "lelaki dan perempuan" (Kej 1:26-27). Dalam bahasa Ibrani ungkapan Roh Kudus (Ruach HaKodesh) sendiri secara grammatikal adalah dalam bentuk feminin dan dengan demikian mewakili atribut keibuan dalam Eyn Sof.

Pilar tengah sendiri merupakan keseimbangan antara karakteristik maskulin dan feminin dari masing-masing pilar di sampingnya, dan dijelaskan dalam Zohar sebagai Ben YAH ("Anak TUHAN"). “Lebih baik seorang tetangga yang dekat daripada seorang saudara yang jauh. Tetangga ini adalah Pilar Tengah dalam Ketuhanan, yang adalah Ben YAH.” (Ra'aya Mehaimna).

Ketiga pilar/cahaya emanasi ini membentuk sebuah t'lita (triun) seperti yang dijelaskan dalam Zohar:

Maka YHWH; ELOHEYNU; YHWH adalah satu kesatuan, tiga substantif yang satu, dan ini dinyatakan melalui suara dari orang yang membaca perkataan, "Dengarlah, hai Israel", dengan demikian tercapai pemahaman keesaan yang sempurna terhadap EYN SOF (yang tak terhingga); karena ketiganya dibaca dengan satu suara, hal ini menunjukkan sebuah triun [t'lita]. (Zohar Vol.2 p.43)

Encyclopedia Judaica menulis: “Kabbalah, dengan kata lain, terutama kitab Zohar, merupakan karya yang fundamental, jauh berbeda dengan dogma Trinitas, yang berangkat dari suatu pemikiran tentang Bapa, Anak, dan Roh hingga kemudian berkembang menjadi sebuah trinitas baru…” (Vol 12, p.261)

Kesimpulan

Simbolisme ABBA, IMMA, dan ZE'IR ANPIN sangat kaya dan kompleks, dengan menggunakan relasi keluarga untuk menggambarkan dinamika yang rumit dalam alam ilahi. Kitab Zohar juga menggunakan simbolisme ini untuk mengeksplorasi aspek-aspek psikologis dan pengalaman manusia secara pribadi. YHVH adalah Eyn Sof, tidak terdefinisi. YHVH hanya dapat dipahami melalui hakikat keilahian yang memancar keluar daripada-Nya, yang dikenal sebagai sepuluh Sefirot. Hakikat keilahian ini membentuk apa yang dinamakan tiga pilar Ketuhanan yaitu Bapa, Anak dan Ibu. Tiga pilar ini mesti dipahami sebagai satu kesatuan, satu esensi dan satu sumber, Eyn Sof yang Esa. Ketiganya sehakikat, sederajat, tidak diciptakan, tidak bermula dan tidak berakhir tetapi memancar dan melekat dalam kekekalan dan keilahian TUHAN itu sendiri. Oleh sebab itu konsep Ketuhanan dalam Kabbalah ini mesti dipahami di dalam framework Taurat supaya kita tidak keluar dari jalur monotheisme.

בברכה

Dr. Rita Wahyu Wulandari

Lecturer in Biblical Studies - Israel Bible Center

Email: rwahyu@israelbiblecenter.com

https://www.sarapanpagi.org/

<===> 

Komentar