TORAH: Hukum atau Pengajaran?
Umumnya kalangan Kristen menganggap Torah sebagai hukum yang keras. Karena itu hal-hal yang berasal dari Torah dianggap sebagai suatu 'kemunduran'. Tidak jarang ungkapan 'kembali ke Torah' muncul dalam konotasi yang bersifat negatif. Namun bila anggapan negatif tersebut disandingkan dengan ayat Kitab Suci, terlihat jelas ketidak-sesuaiannya. David mengatakan ia mendapat rahmat Tuhan sebab Torah adalah kesukaannya (Mazmur 119: 77). Rasul Shaul (Paulus) mengatakan Torah itu baik dan kudus (Roma 7: 12). Bagaimana hal ini dapat terjadi? Mari kita lihat Torah (Arab Taurat) dari perspektif aslinya, Ibrani. Dalam Bahasa Ibrani, Perkataan TORAH berasal dari akar kata YaReH (Yod-Resh-He = ירה) yang berupakan bentukan dari akar kata YaR (Yod-Resh = יר) ditambah akhiran 'eH' / ה. YaReh berati 'melempar dengan tangan manusia'. Dari akar YaReH dapat dibentuk dua kata benda. Yang pertama MoReH (מורה) yang berati 'pemanah' atau 'guru'. Kedua, ToR...