Jumlah Ayat Alkitab Kristen
Dalam Kekristenan, pembagian ayat seperti “Kejadian 1:1, 1:2, 1:3” bukan berasal dari naskah asli Alkitab. Sistem pasal berkembang pada Abad Pertengahan, sedangkan penomoran ayat yang menjadi standar sekarang terutama berasal dari Robert Estienne (Stephanus) pada abad ke-16. Karena itu, nomor ayat adalah alat referensi/editorial, bukan bagian dari teks asli. Untuk Tanakh Yahudi, tradisi pembagian ayat sudah memiliki dasar dalam tradisi Masoretik. Salah satu penanda penting adalah sof pasuq (׃) yang menandai akhir pasuq (ayat), bersama sistem pembagian paragraf פ (petuḥah) dan ס (setumah). Jadi pembagian ayat Yahudi bukan sekadar ciptaan sistem Alkitab Kristen modern. Perbedaannya: pembagian ayat Tanakh Yahudi dan Perjanjian Lama Kristen umumnya sangat mirip, tetapi tidak selalu identik. Ada beberapa tempat di mana nomor ayat atau bahkan batas pasalnya berbeda. Contoh yang terkenal adalah 1 Tawarikh 5:27–41 dalam penomoran tertentu yang bersesuaian dengan 1 Tawarikh 6:1–15 dalam sistem...